Didik Turmudzi Blog

Mari kita jalin tali silaturahmi

Dzikir Berjama’ah

Posted by d12kt pada 27 Maret 2011

Jika yg dimaksud dzikir berjama’ah adalah berkumpul membentuk sebuah halaqah

dan membaca wirid2 tertentu, maka hal tsb tidak pernah ada contohnya dari

rasulullah dan para shahabatnya. Tapi hal itu ada contohnya dari golongan

ahli bid’ah yg pertama kali muncul di masa shahabat, yaitu bibit-bibit

golongan khawarij dan perbuatan mereka itu telah ditentang keras oleh

Abdullah bin Mas’ud rahdiayallahu `anhu.

Jika dzikir berjama’ah itu suatu hal yg baik, maka mengapa tidak ada

contohnya dari generasi awal umat ini? padahal mereka adalah generasi

terbaik!?

Dan jika dzikir berjama’ah itu suatu hal yg baik, mengapa Abdullah bin

Mas’ud rahdiayallahu `anhu menentang keras orang2 yg melakukan itu?

 

Orang2 yg melakukan hal itu biasanya menggunakan dalil dgn hadits2 yg

menyebutkan ttg keutamaan majlis dzikir.

 

Ust.Abdul Hakim menjelaskan hadits2 yg menyebutkan ttg keutamaan “majlis

dzikir”

maksudnya adalah “majlis ‘ilmu”, hal itu berdasarkan surat An-Nahl ayat 43

dan Al-Anbiya ayat 7.

 

Kedua ayat tsb berbunyi:

 

“…fas-aluu AHLADZ-DZIKRI in kuntum laa ta`lamuun”(Artinya: Tanyalah kepada

ahli ilmu –orang yg punya pengetahuan– jika memang kamu tidak

mengetahuinya)

[An-Nahl : 43 dan Al-Anbiya : 7]

 

Kalimat “Ahladz Dzikri” pada ayat tsb dipahami maksudnya adalah Ahli Ilmu

atau orang yg mempunyai pengetahuan karena diikuti oleh kalimat berikutnya

“…jika kamu tidak mengetahui”!

 

maka jelas sekali tempat bertanya bagi orang yg tidak mengetahui adalah

orang yg mengetahui, dan dlm ayat itu disebut dgn Ahli Adz Dzikr

dgn begitu majlis dzikir yg dimaksud dlm beberapa hadits juga demikian,

yaitu majlis ilmu seperti majlis2 tempat diadakannya kajian2 ilmu agama,

bukannya majlis bid’ah tempat dilakukan dzikir2 yg hal tsb tidak ada

contohnya dari salaful ummah.

 

Hadits dibawah ini adalah yg menceritakan peristiwa ketika Abdullah bin

Mas’ud rahdiayallahu `anhu menentang keras orang2 yg melakukan itu, dan

hadits ini pernah disebutkan oleh ust.Abdul Hakim secara ringkas ketika

membicarakan ttg majlis dzikirnya M.Arifin Ilham yg terkenal itu!

 

—————–

 

Dari Umar bin Yahya, dia berkata:”Aku mendengar ayahku menceritakan dari

bapaknya, dia berkata:’Adalah kami sedang duduk-duduk di pintu(rumah)

Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu`anhu sebelum shalat Dzuhur -(biasanya) bila

dia keluar (dari rumahnya) kami pun pergi bersamanya ke masjid, tiba-tiba

datang Abu Musa Al-Asy`ari radhiyallahu`anhu dan berkata: “Adakah Abu Abdir

Rahman (Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu`anhu) telah keluar pada kalian?

 

Kami menjawab: “Belum”

 

Lalu dia pun duduk bersama kami sampai akhirnya Abdullah bin Mas’ud keluar.

Setelah dia keluar , kami berdiri menemuinya

 

dan Abu Musa Al-Asy`ari berkata :Wahai Abu Abdir Rahman, tadi aku melihat di

masjid suatu perkara yang aku mengingkari, dan alhamdulillah aku tidak

melihatnya kecuali kebaikan”.

 

Dan dia(Abdullah bin Mas’ud) bertanya: “Apa itu?”

 

Abu Musa menjawab: “Bila kau masih hidup niscaya kau akan melihatnya

sendiri.” Abu Musa lalu berkata: “Aku melihat di masjid beberapa kelompok

orang yang duduk dalam bentuk lingkaran sambil menunggu (waktu) shalat.

Dalam setiap lingkaran itu ada seorang laki-laki dan ditangan-tangan mereka

ada batu-batu kecil, orang laki2 itu berkata:’Bacalah takbir 100 kali’,

mereka pun bertakbir 100 kali, kemudian berkata lagi:’Bacalah tahlil 100

kali’, merekapun bertahlil 100 kali, kemudian berkata lagi;’Bacalah tasbih

100 kali’, merekapun bertasbih 100 kali.

 

Abdullah bin Mas’ud bertanya: “Apa yg kamu katakan pada mereka?”

 

Abu Musa menjawab: “Aku tidak mengatakan apapun pada mereka, karena aku

menunggu pendapatmu atau menunggu perintahmu!”

 

Abdullah bin Mas’ud menjawab: “Tidakkah kamu perintahkan pada mereka untuk

menghitung kesalahan-kesalahan mereka, dan kau beri jaminan bagi mereka

bahwa tidak ada sedikitpun dari kebaikan mereka yang hilang begitu saja?”

 

Kemudian dia(Abdullah bin Mas’ud) pergi dan kamipun ikut bersamanya, hingga

tiba di salah satu kelompok dari kelompok-kelompok (yg ada di masjid) dan

berdiri dihadapan mereka,

 

lalu(Abdullah bin Mas’ud) berkata : “Apa yang kalian sedang kerjakan?”

 

Mereka menjawab : “Ya Abu Abdir Rahman, (ini adalah) batu-batu kecil yang

kami gunakan untuk menghitung takbir, tahlil, tasbih dan tahmid”

 

Abdullah bin Mas’ud berkata: “Hitunglah kesalahan-kesalahan kalian. Aku

menjamin bahwa tidak ada sedikitpun dari kebaikan-kebaikan kalian yang akan

hilang begitu saja.

Celaka kalian wahai ummat Muhammad, alangkah cepatnya kebinasaan kalian,

lihat shahabat2 Nabi shalallahu `alayhi wasallam masih banyak, baju-baju

beliau belum rusak dan bejana-bejana beliau belum pecah.

Demi Allah yang jiwaku berada ditangan-Nya, sungguh (apakah) kalian ini

berada pada ajaran yang lebih baik dari ajaran Muhammad ataukah kalian

sedang membuka pintu kesesatan?”

 

Mereka menjawab : “Demi Allah, wahai Abu Abdir Rahman, kami tidak

menginginkan kecuali kebaikan”

 

Abdullah bin Mas’ud berkata: “Betapa banyak orang yang menginginkan kebaikan

tapi tidak dapat meraihnya, sesungguhnya Rasulullah shalallahu `alayhi

wasallam bersabda kepada kami bahwa ada sekelompok orang yang membaca

AlQur’an hanya sampai sebata kerongkongan mereka saja. Demi Allah, aku tidak

tahu, barangkali sebagian besar dari mereka adalah kalian-kalian ini”

 

Kemudian dia pergi dan Amr bin Maslamah berkata: “Kami lihat sebagian besar

mereka memerangi kita pada perang Nahrawan bersama dengan kelompok Khawarij”

 

[HR.Ad Darimi, dikutip dari kita “At Tauhid Lish Shaffits Tsalits Al-`Aliy”

karya Syaikh Dr.Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan, edisi indonesia

“Kitab Tauhid 3”, penerbit DarulHaq, hal.148-150]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: