Didik Turmudzi Blog

Mari kita jalin tali silaturahmi

Menghilangkan Batu Ginjal Tanpa Pisau Bedah

Posted by d12kt pada 21 Agustus 2010

Sandika Dwi Putri – detikHealth

img
(Foto: thinkstock)

Jakarta, Fungsi ginjal adalah menyaring kotoran di dalam darah, untuk dibuang bersama air kencing. Batu ginjal terbentuk ketika kotoran-kotoran dari makanan tersebut mengeras dan membentuk kristal di ginjal maupun saluran kencing.

Batu ginjal ini harus dihilangkan agar ginjal berfungsi normal. Nah, dengan kemajuan teknologi saat ini menyingkirkan batu ginjal bukan lagi hal yang sulit.

Salah satu cara untuk mengobati penyakit batu ginjal adalah dengan metode litotripsi. Para ilmuwan terus melakukan inovasi alat litotripsi dengan generasi terbaru yang memudahkan proses pengobatan.

Metode ESWL (Extracoporeal Shock Wave Lithotripsy) adalah tindakan memecahkan batu dari luar tubuh dengan menggunakan gelombang kejut. Tindakan ini dapat dilakukan pada batu ginjal atau saluran kencing ukuran 4-20 mm. Dengan ESWL, batu akan pecah kecil-kecil seperti pasir sehingga dapat keluar bersama air seni.

“Jika dibandingkan dengan metode operasi, ESWL jelas lebih nyaman bagi pasien karena tidak melibatkan pembedahan,” kata dr. Gideon F P Tampubolon, SpBU dalam rilis usai acara ‘Terapi Terkini Batu Ginjal’ di Rumah Sakit Premier Bintaro, yang diterima detikHealth, Jumat (20/8/2010).

Alat ESWL yang dimiliki oleh RS. Premier Bintaro adalah alat generasi terkini yang memiliki keunggulan jika dibandingkan generasi yang sebelumnya. Selain ESWL generasi baru, RS Premier Bintaro juga melengkapi fasilitasnya dengan Angiography Machine dan MRI (Magnetic Resonance Imaging).

Keunggulan dari alat ESWL generasi terkini tersebut antara lain adalah desainnya yang menggunakan sitem robotik dan terkomputerisasi. Selain itu, alat ini dilengkapi dengan USG dan X-ray yang dapat bergerak secara otomatis sehingga energi yang ditembakkan dosisnya selalu konstan dalam proses menghancurkan batu.

dr. Gideon menjelaskan, sistem komputerisasi dapat menentukan dosis energi gelombang kejut yang akan ditembakkan sehingga penembakan benar-benar bisa tepat sasaran dan mampu menghancurkan batu yang jadi sasaran. Perkembangan ini membuat dokter dan pasien menjadi lebih nyaman.

“Selain lebih akurat, prosesnya pun menjadi lebih singkat, yaitu sekitar 1 jam. Ditambah lagi, pasien umumnya tidak perlu rawat inap, kecuali pada kasus-kasus dengan komplikasi atau kasus berat. Sesudah tindakan, biasanya pasien hanya perlu istirahat 2-3 hari,” ungkap dokter lulusan fakultas kedokteran UI tersebut.

Meski begitu setelah operasi batu ginjal pasien juga harus selalu menerapkan gaya hidup sehat. Karena batu ginjal ini bisa kambuh lagi jika pasien sembarangan dalam makanan atau kurang minum air.

Beberapa diet yang disarankan bagi penderita batu ginjal, dikutip dari Gicare adalah:

1. Perbanyak minum air putih

Air adalah diet paling penting untuk mencegah batu ginjal, karena komponen pembentuk batu ginjal menjadi lebih mudah luruh bersama buang air kecil. Penderita batu ginjal disarankan untuk buang air kecil sekitar 2,5 liter dalam sehari, sehingga harus minum lebih banyak dari jumlah tersebut. Jika cuaca panas atau sedang banyak aktivitas, konsumsi air harus diperbanyak supaya lebih sering buang air kecil.

2. Batasi kalsium

Biasanya tubuh tidak akan menyerap kalsium melebihi yang dibutuhkan. Namun pada kondisi tertentu misalnya hipercalciuria, kelebihan kalsium dibuang melalui ginjal dalam bentuk air kencing. Penderita batu ginjal disarankan untuk membatasi asupan kalsium maksimal 800 mg/hari untuk pria dan 1.200 mg/hari untuk wanita.

Kalsium banyak terdapat pada sayuran hijau, susu dan berbagai produk olahan berbahan susu. Kalsium pada susu lebih mudah diserap usus dibandingkan pada sayuran hijau.

3. Batasi oksalat
Bersama kalsium, oksalat (asam yg mengandung satuan COO2) dapat membentuk kristal penyebab batu ginjal. Oleh karena itu, penderita batu ginjal disarankan untuk mengurangi atau bahkan menghindari sama sekali makanan yang banyak mengandung oksalat. Di antaranya adalah bayam, strawberry, cokelat dan teh.

Penderita batu ginjal disarankan untuk membatasi konsumsi oksalat tidak lebih dari 50 mg/hari.

4. Batasi garam dan protein nabati
Membatasi konsumsi garam natrium dapat mengurangi jumlah kalsium yang dikeluarkan lewat ginjal. Oleh karena itu jika yang terbentuk adalah batu kalsium, maka konsumsi garam natrium sebaiknya dibatasi antara 2.500-3.500 mg/hari.

Sementara protein hewani bisa memicu beberapa jenis mineral di urine untuk membentuk batu ginjal. Karena itu penderita batu ginjal harus menggantikannya dengan protein nabati.

5. Perbanyak serat tidak larut
Ada 2 jenis serat yakni serat yang larut dan serat yang tak larut, masing-masing memiliki fungsi yang sama penting di dalam tubuh. Tetapi dalam hal ini, serat tak larut yang terdapat pada gandum, padi dan terigu bisa mengurangi kadar kalsium dalam urine. Serat tersebut mengikat kalsium ketika berada di usus, sehingga tidak dikeluarkan melalui ginjal.

6. Batasi konsumsi vitamin C
Salah satu hasil metabolisme vitamin C adalah oksalat. Karena oksalat bisa membentuk kristal, maka penderita batu ginjal harus membatasi asupan vitamin C.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: