Didik Turmudzi Blog

Mari kita jalin tali silaturahmi

Inilah Argumen PP Muhammadiyah Tetapkan Merokok Haram

Posted by d12kt pada 10 Maret 2010

JAKARTA, TRIBUNKALTIM.co.id- Majlis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah secara resmi melansir fatwa terbarunya mengenai hukum merokok. Merevisi fatwa sebelumnya yang menyatakan hukum merokok adalah mubah, kali ini PP Muhammadiyah secara tegas menetapkan fatwa haram merokok.

Apa argumennya? Dalam amar keputusan fatwa Nomor 6/SM0TT/III/2010 menyebutkan, wajib hukumnya mengupayakan pemeliharaan dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat setinggi-tingginya dan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi terwujudnya kondisi hidup sehat yang merupakan hak setiap orang merupakan bagian dari tujuan syariah atau disebut dengan Maqasid Asy-syariah.

“Merokok hukumnya haram karena termasuk kategori perbuatan melakukan khaba’is yang dilarang dalam Al Qur’an surat 7:157,” jelas Ketua PP Muhammadiyah Bidang Tarjih dan Tajdid, Prof. Dr. Yunahar Ilyas, dalam jumpa pers di Kantor PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (9/3/2010).

Bunuh diri

Perbuatan merokok dinilai mengandung unsur menjatuhkan diri dalam kebinasaan dan bahkan merupakan perbuatan bunuh diri secara perlahan yang bertentangan dengan larangan Al Quran. Pada pertimbangannya, fatwa PP Muhammadiyah juga menyebutkan argumen syar’i atas keharaman rokok yang meliputi argumen ijtihad bayani dan ijtihad ta’lili.

Argumen bayani adalah sebagai berikut. Pertama, larangan membunuh diri sendiri dalam An Nisa ayat 29, “Jangan kamu membunuh dirimu sendiri…” Merokok seperti dikutip dalam buku Hukm ad-Diin fii ‘Aadat at Tadkhiin merupakan bunuh diri secara perlahan dan ini dapat dimasukkan dalam peringatan ayat ini.

Kedua, larangan menimbulkan mudharat atau bahaya pada diri sendiri dan orang lain dalam hadits riwayat Ibn Majah, “Tidak ada bahaya bagi diri sendiri dan terhadap orang lain”. Rokok telah dibuktikan menjadi sumber sejumlah penyakit yang membahayakan diri sendiri dan juga membahayakan orang lain yang terkena paparan asap rokok.

Ketiga, apabila rokok merupakan hal yang menimbulkan mudarat, pembelanjaan uang untuk kepentingan rokok adalah suatu kemubadziran yang dilarang dalam agama Islam sebagaimana ditegaskan dalam firman Allah, “Dan janganlah menghambur-hamburkan hartamu secara boros karena sungguh para pemboros adalah saudara-saudara setan, dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya (QS 17:26-27).”

Sementara itu, sejumlah argumen ta’lili atau kausasi juga menguatkan bahwa konsumsi rokok bertentangan dengan beberapa tujuan syariah. Pertama, perlindungan diri. Syariah bertujuan memberikan perlindungan terhadap diri manusia termasuk sisi kesehatannya. Oleh karena itu, segala hal yang membahayakan dan menimbulkan dampak buruh harus dijauhi karena bertentangan dengan tujuan syariah.

Kedua, perlindungan keluarga. Rokok, khususnya dalam keluarga tidak mampu dinilai telah menyebabkan pergeseran pengeluaran untuk makanan bergizi terutama bagi balita demi memenuhi kebutuhan rokok orangtua. Ketiga, perlindungan harta. Rokok adalah zat membahayakan, maka pengeluaran untuk rokok merupakan pemborosan dan termasuk ke dalam larangan ayat yang melarang perbuatan mubadzir.

Yunahar mengatakan, pihaknya menyadari bahwa kekuatan sebuah fatwa untuk menekan angka perokok memang tidak mudah. “Tapi kita berusaha agar fatwa ini berjalan efektif, dan dimulai dari seluruh elemen yang ada di Muhammadiyah,” kata Yunahar

Iklan

3 Tanggapan to “Inilah Argumen PP Muhammadiyah Tetapkan Merokok Haram”

  1. bau badan said

    masalah fatwa, saya kira itu tugasnya para ulama, nah masalah fatwa itu mau dipakai kan tergantung kita masing masing, ibarat fatwa daging babi haram, nah kan akhirnya kita juga yang mau nurutin fatwa apa nggak, ada yang nggak mau makan ada yang tetep makan… Jadi kalo ulama dilarang mengeluarkan fatwa, apa itu artinya juga merupakan pelanggaran terhadap kebebasan mengeluarkan pendapat, termasuk kebebasan ulama menyampaikan fatwa, nanti juga akan di tindak lanjutin oleh yang kontra kebebasan mengeluarkan pendapat bagi yang tidak setuju fatwa haram,… akhirnya ya muter-muter, hehehe…. yang penting bagi saya, kalo itu baik buat saya, maka saya setuju fatwa tersebut, jadi sekali lagi yang penting buat saya aja lho, tapi bisa jadi nggak penting buat anda silakan kalo nggak setuju,..hehehe, tapi ingat yang merokok asapnya dihabisin sendiri ya… jangan di sebar-sebar, hormati mereka yang tidak merokok atau anti rokok…bisa nggak? itu kalau mau Fairplay…jadi berpendapat beda boleh tapi.. tetap jangan mengganggu yang berbeda pendapatnya… itu baru siiiip

  2. Agus K said

    Ass,wr,wb.

    Mengomentari masalah fatwa tentang merokok haram.
    Pada intinya setiap manusia mempunyai sifat melampaui batas.
    Tentang masalah kesehatan, saya mengomentari bagi orang yang yang sudah merokok maka dengan di tinggalkan rokoknya maka faktor resiko stress akan meningkat. Kalaulah saya boleh menyampaikan bahwa faktor resiko merokok hanya 1% menyebabkan terjadinya kematian sedangkan faktor resiko stress sebesar 4% menyebabkan kematian akibat serangan jantung, jadi andalah yang berpikir. Ilmu Allah amatlah luas, janganlah pengetahuan sedikit yang baru di dapatkan, membuat orang melampaui batas.

    Salam,

    Agus.K

  3. aliyadi YLKI Ponorogp said

    pabrik rokok sudah menulis rokok haram mengapa kita malah ber debat lagi
    “MEROKOK DAPAT MENGIKBATKAN SERANGAN JANTUNG DLL””

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: