Didik Turmudzi Blog

Mari kita jalin tali silaturahmi

Gorengan Memicu Kanker?

Posted by d12kt pada 4 Oktober 2009

Prof. Dr. Li Peiwen ahli kanker dan obat tradisional senior Cina menyatakan bahwa ” Indonesia sangat kaya tanaman berkhasiat antikanker, jauh lebih kaya daripada Cina, dan lebih bagus mutunya. Tetapi mengapa angka kejadian kanker di Indonesia lebih tinggi daripada Cina? Karena orang Indonesia suka sekali makan gorengan…”

Benarkah gorengan bisa menimbulkan kanker? berdasarkan penelitian yang dilakukan pada tikus percobaan oleh Eden Tareke dkk dari Universitas Stockholm, Swedia, Ia menyatakan bahwa pada makanan yang dipanaskan akan terbentuk akrilamida, yaitu sebuah bahan karsinogen penyebab kanker yang timbul bukan hanya dari makanan kaya karbohidrat yang dipanaskan seperti kentang,ubi, singkong, nasi, tapi juga ditemukan pada makanan yang dipanggang, karena pada saat makanan dipanggang maka akan terjadi penguraian yang memicu timbulnya akrilamida ini.

Akrilamida ini merusak sel – sel tubuh dengan memicu timbulnya tumor, merusak DNA, merusak syaraf, mengganggu tingkat kesuburan dan mengakibatkan keguguran. sebagai contoh seporsi kentang goreng yang dimasak pada suhu 220c bisa mengandung akrilamida sekitar 2500 mikrogram, jumlah yang cukup banyak untuk menimbulkan mutasi gen sehingga lebih baik kita batasi makanan goreng – gorengan.

Lalu seberapa banyak gorengan yang boleh dimakan? Boleh – boleh saja makan gorengan, asal tidak terlalu banyak dan tahu kiat sehatnya. Karena bagaimanapun minyak juga dibutuhkan dalam metabolisme tubuh kita, dalam jumlah tidak lebih dari 5-10 ml/hari (1-2 sendok makan).

Seperti apa kiat sehat yang dimaksud? sebagai contoh sebaiknya kita menggoreng sendiri makanan kita, dengan begitu kita selalu mempergunakan minyak baru dan diharapkan minyak yang baru dipakai untuk menggoreng itu bebas dari akrilamida.

Juga kita bisa mengangkat gorengan tepat pada waktu matang karena suhu minyak bisa kita atur agar tidak terlalu panas. Tahukah Anda dengan semakin panas suhu minyak maka makin banyak akrilamida yang terbentuk? Selain itu, minyak goreng yang dipanaskan terlalu tinggi bisa menghasilkan zat radikal bebas dan memicu terjadinya kanker.

Minyak yang sudah berubah menjadi berwarna lebih gelap, keluar asap dari penggorengan, baunya tengik/menyengat, cairannya lebih kental, serta jika dimakan menyebabkan tenggorokan gatal inilah yang bisa memicu menjadi kanker.

Perlu diingat juga bahwa pemakaian minyak goreng bekas pakai (minyak jelantah) bisa lebih mudah berasap dan menghitam meskipun suhunya belum terlalu panas, jadi bayangkanlah minyak yang digunakan oleh para penjual gorengan yang sudah digunakan berkali – kali, sangatlah tidak sehat!

Jangan lupa untuk menempelkan sisa – sisa minyak ke kertas tisu terlebih dahulu supaya minyak diserap sehingga akan lebih baik lagi untuk dikonsumsi, tentu saja jangan lupa memilih minyak goreng yang aman untuk digunakan.

Sumber : rumahkanker

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: