Didik Turmudzi Blog

Mari kita jalin tali silaturahmi

Menemukan Kutub Aki di Tubuh Sendiri

Posted by d12kt pada 3 Agustus 2009

Menciptakan teknik baru tidak harus memiliki latar belakang pendidikan yang selaras dengan temuan. Itulah yang dilakukan oleh Fu Long Swie, 74. Mantan sprinter dan atlet lompat jauh pada 1950 tersebut menciptakan terapi pengobatan empet-empet anus justru dari hobi membaca buku.

Tidak mau menjadi kakek yang hanya menghabiskan waktu tua dengan duduk manis, Fu berusaha mencari alternatif penyembuhan sendiri. “Semua buku pengobatan kuno, anatomi tubuh manusia, dan ilmu kedokteran saya baca,” ujar kakek sepuluh cucu itu.

Salah satu buku yang menginspirasinya untuk menciptakan gerakan unik empet-empet anus adalah buku kuno Tao De Ching. Dalam bab VI buku tersebut, dijelaskan bahwa tubuh memiliki energi yang tidak bisa habis dan terus memperbarui diri.

“Sifatnya tidak berbentuk, seperti halnya nyawa yang terus menggerakkan jantung,” jelas Fu.

Entah disebabkan perbendaharaan bahasa Tiongkok Fu yang cukup tinggi atau kebetulan, bayangan aki kendaraan langsung melintas di benaknya begitu selesai membaca bab tersebut. Aki tersebut menyuplai tenaga ke seluruh tubuh sesuai dengan kebutuhan masing-masing. “Korelasinya, power supply di dalam tubuh terus mengendur karena usia yang menua,” papar suami Elia Bestari itu.

Masih merujuk pada aki, energi yang tersimpan di dalamnya merupakan tenaga yang didapat dari kutub positif dan negatif. Begitu juga manusia, sumber energi baru didapat dari kedua kutub tersebut. Salah satu temuan penting Fu adalah menemukan letak kutub negatif dan positif dalam tubuh manusia.

Menurut dia, kutub positif manusia terdapat pada anus. Sedangkan kutub negatif terletak di pusar. Otot-otot di sekitar anus memegang peran penting sebagai pengikat energi bidang kontak kutub tersebut. “Semakin tua, otot-otot itu bakal mengendur. Apalagi, kita tidak pernah melatih organ tersebut,” jelas Fu.

Konsekuensi lemahnya otot itu, energi yang dibutuhkan manusia untuk menjalankan semua fungsi organ menjadi drop. Efek domino akibat kondisi tersebut adalah masuknya berbagai penyakit. Sebab, kerja organ tidak sempurna.

Berdasar logika itu, dia menciptakan teknik melatih otot-otot anus yang diberi nama empet-empet anus atau ling tien kung. Fu menemukan metode itu tepat pada 2003. Kontan, temuan itu langsung dipraktikkan dengan sasaran utama menyembuhkan penyakit yang ngendon di tubuhnya. (dim/ari)

Sumber : Jawapos

Satu Tanggapan to “Menemukan Kutub Aki di Tubuh Sendiri”

  1. dwi koen said

    Assalamu’alaikum , mas Didik
    Pagi tadi saya diajarin senam empet-empet itu ,biasanya di kantor senamnya yang hip hop dengan instruktur bohaynol2 , byuh2 ,untuk yang empet2 ini kelihatannya gabungan tai chi ,snam tao, peregangan . yang khas memang ngempet-nya itu di anus ,mudah2an banyak yang cocok ( tambah sehat ). Dan lagi daripada jum’at-jum’at menaikkan tensi syahwat dengan gerakan senam dan intrukturnya yang hot-hot yang (barangkali) memicu perselingkuhan para abdi negara ( karena seluruh indonesia setiap jum’at kan senam ,gak jauh ya yang hot-hot gitu kan )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: